Subliminal Messages_subminal_Personal Development Made Simple With Subliminal Messages

Subliminal MP3s Powerful Subliminal Messages

SELAMAT DATANG

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA KE SITUS KAMI, SEMOGA BERMANPAAT BAGI ANDA

Cari Blog Ini

Selasa, 05 Oktober 2010

RPP INSERVIS KKG BERMUTU


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Pada waktu inservis
(Dilakukan secara kelas terbuka /Lesson Study)

Kompetensi Dasar
Pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat
Indikator
(1) Menjelaskan tujuan dan manfaat koperasi;
(2) Menceritakan pentingnya usaha bersama melalui koperasi;
(3) Membandingkan koperasi dengan jenis usaha lainnya;
(4) Memberikan contoh berbagai jenis koperasi;
(5) Menceritakan kegiatan salah satu koperasi di sekolah.
Materi Pokok
Pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat
Teknik Pembelajaran
Teknik observasi
Seting Pembelajaran 
Siswa dalam kelompok menidentifikasikan dirinya sebagai pengurus koperasi yang sedang melakukan studi banding dengan koperasi lain.
Pengalaman Belajar
Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan guru menjelaskan manfaat mempelajari konpetensi dasar pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat. Selanjutnya, guru membentuk kelompok dengan cara menyebutkan nama-nama siswa yang manjadi anggota kelompok 1, 2, 3, 4, dan 5. Setiap kelompok beranggotakan enam orang yang terdiri atas siswa yang cedas, sedang, dan kurang dalam mata pelajaran IPS.


Kegiatan Inti
guru memulai kegiatan inti dengan memberikan penjelasan tentang kegiatan yang  akan dilakukan oleh setiap kelompok yaitu melakukan observasi di koperasi sekolah. Observasi dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disiapkan. Selanjutnya, guru membagikan pedoman observasi kepada setiap kelompok. Dan guru mempersilakan setiap kelompok untuk mempelajari pedoman observasi tersebut. Setiap kelompok dibagi menjadi dua kecil.
Tugas kelompok kecil yang satu melakukan pengamatan dan pencatatan barang yang dijual di koperasi sekolah dan kelompok kecil yang kedua melakukan wawancara dengan petugas koperasi yaitu pak Andi atau ketua koperasi yaitu bu Wina dengan menggunakan pedoman observasi yang telah dibuat oleh guru.
Selanjutnya siswa ditugasi ke ruang koperasi untuk  melakukan pengamatan dan wawancara dengan petugas atau ketua koperasi tentang (1) tujuan dan manfaat koperasi. (2) Pentingnya koperasi bagi para anggotanya.  (3) Persamaan dan perbedaan koperasi dengan jenis usaha lainnya.  (4) Jenis koperasi di sekolah dan jenis koperasi yang lainnya.  (5) Kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sekolah. Setelah mereka selesai melaksanakan observasi lalu mereka kembali ke kelas.
Sampai di kelas mereka duduk berkelompok dan mendikusikan hasil observasi sebagai laporan hasil belajar. Selanjutnya, laporan tersebut dibacakan di depan kelas untuk ditanggapi dan dinilai oleh kelompok lain.
Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup dilakukan dengan menugasi setiap kelompok untuk memberikan masukan tentang manfaat pembelajaran, dii. sebagai refleksi terhadap pembelajaran yang baru dilakukannya. Masukan-masukan tersebut akan dgunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas RPP siklus berikutnya. 

Pedoman Wawancara dengan Petugas Koperasi Sekolah
A.   Petunjuk Melakukan Wawancara
  • Bacalah dengan teliti pedoman wawancara ini
  • Tunjuk satu orang anggota yang bertugas sebagai pewancara dan yang lainnya sebagai pencatat hasil wawancara.
  • Bila wawancara selesai segera kembali ke kelas untuk menyusun laporan hasil wawancara.
  • Kerjakan wawancara ini secara bekerjasama dalam kelompok, teliti, dan cermat. 

B.  Tugas-tugas Melakukan Wawancara
Tanyakan kepada petugas koperasi sekolah tentang hal-hal berikut:
1. Apa tujuan dan manfaat didirikannya koperasi sekolah.
2. Mintakan penjelasan tentang pentingnya koperasi sekolah bagi siswa.
3. Mintakan penjelasan persamaan dan perbedaan koperasi sekolah    
     dengan jenis usaha lainnya. 
4. Mintakan penjelasan persamaan dan perbedaan jenis koperasi sekolah  
     dan jenis koperasi yang lainnya. 
5. Mintakan penjelasan kegiatan-kegiatan koperasi sekolah.

Tugas Kelompok  dalam Kelas

A.  Petunjuk Mengerjakan Tugas
·         Bacalah dengan teliti tugas-tugas di bawah ini
·         Kerjakan tugas ini secara bekerjasama dalam kelompok, teliti, dan cermat. 
·         Laporkan hasil kerjasama kalian di depan kelas dan siap untuk ditanggapi dan dinilai oleh kelompok lain.

B.  Tugas-tugas
Susunlah hasil wawancara tersebut berdasarkan tugas-tugas berikut ini.
1.Tujuan dan manfaat koperasi didirikannya koperasi sekolah.
2. Pentingnya koperasi sekolah bagi para anggotanya. 
3. Persamaan dan perbedaan koperasi dengan jenis usaha lainnya. 
4. Jenis koperasi sekolah dan jenis koperasi yang lainnya. 
5. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sekolah.

C.   Bobot Penilaian Setiap Soal 
Soal nomor 1, 2, 3, 4, dan 5 bila dijawab dengan benar  diberi skor maksimal 20. Skor KKM yang dicapai 90% atau skor 18. 
Deskripsi Pembelajaran (Hasil Observasi)
Pada waktu inservis
(Dilakukan secara kelas terbuka /Lesson Study)


Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan guru menjelaskan manfaat mempelajari konpetensi dasar pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat. guru berkata, “Pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat adalah sebagai berikut. Pertama, sebagai dasar bagi kalian untuk mempelajari kompetensi-kompetensi dasar lainnya. Kedua, pemahaman siswa terhadap  pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat akan menumbuhkan  kesadaran siswa pentingnya koperasi. Selanjutnya, penjelasan di atas dituliskan di papan tulis. 
Selama guru menjelaskan manfaat mempelajari kompetensi dasar tersebut, terlihat para siswa antusias untuk memahami pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat. Terlihat mereka tertarik akan pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat. Selanjutnya, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat. Tetapi, tidak ada seorang siswa pun yang bertanya. Kemudian guru bertanya lagi, “Apakah kalian sudah paham?” Secara serempak para siswa menjawab, “Paham!” “Terima kasih,” jawab guru.
Selanjutnya, guru membentuk kelompok dengan cara menyebutkan nama-nama siswa yang manjadi anggota kelompok 1, 2, 3, 4, dan 5 (lampiran 4).
Setiap kelompok beranggotakan enam orang yang terdiri atas siswa yang cedas, sedang, dan kurang dalam mata pelajaran IPS. Setelah pembentukan kelompok selesai, pembelajaran dilanjutkan pada kegiatan inti.
Kegiatan Inti
guru memulai kegiatan inti dengan memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan oleh setiap kelompok yaitu melakukan observasi di koperasi. guru berkata, ”Anak-anak sekarang kalian akan mempelajari kompetensi dasar yang sama yaitu tentang  pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat dengan cara kalian melakukan observasi di koperasi sekolah. Observasi yang akan kalian lakukan itu dengan menggunakan pedoman observasi yang akan Bapak bagikan.”
Selanjutnya, peneliti membagikan pedoman observasi kepada setiap kelompok. Dan peneliti mempersilakan setiap kelompok untuk mempelajari pedoman observasi tersebut. Setelah beberapa lama,peneliti memberikan pertanyaan, ”Apakah ada yang perlu kalian tanyakan tentang tugas-tugas itu?” Ternyata, tidak ada siswa yang mau bertanya. Selanjutnya, peneliti memberikan penjelasan tentang tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa dlam pembelajaran ini. ”Anak-anak kalian belajar dalam kelompok. Setiap kelompok diberi tugas yang sama yaitu melakukan observasi di koperasi sekolah.”
”Adapun caranya adalah sebagai berikut. Setiap kelompok dibagi menjadi dua kecil. Tugas kelompok kecil yang satu melakukan pengamatan dan pencatatan barang yang dijual di koperasi sekolah dan kelompok kecil yang kedua melakukan wawancara dengan petugas koperasi yaitu pak Andi atau ketua koperasi yaitu bu Wina dengan menggunakan pedoman observasi yang telah dibuat oleh peneliti. Karena itu sekarang kalian ke ruang koperasi dan minta menyampaikan maksud kalian yaitu akan melakukan pengamatan dan wawancara dengan petugas atau ketua koperasi.” Setelah seluruh siswa menyatakan memahami akan tugas masing-masing selanjutnya mereka ditugasi menuju ke ruang koperasi untuk melaksanakan tugasnya.”
Seluruh siswa dalam kelompok keluar dari ruang belajar menuju ke ruang koperasi. Sampai di sana mereka mengucapkan salam dan disambut oleh ketua koperasi yaitu bu Wina. Terlihat mereka bersalaman dan menyampaikan tujuannya. Kemudian mereka langsung melaksankan tugasnya. Sebagian dari mereka melihat dan mencatat barang dagangan yang dijual oleh koperasi dan sebagian yang lainnya melaksanakan wawancara dengan bu Wina. Mereka menanyakan kepada bu Wina tentang (1) tujuan dan manfaat koperasi. (2) Pentingnya koperasi bagi para anggotanya.  (3) Persamaan dan perbedaan koperasi dengan jenis usaha lainnya.  (4) Jenis koperasi di sekolah dan jenis koperasi yang lainnya.  (5) Kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sekolah. Setelah mereka selesai melaksanakan observasi lalu mereka kembali ke kelas.
Sampai di kelas mereka duduk berkelompok dan peneliti menjelaskan tugas berikutnya. Peneliti menjelaskan bahwa tugas mereka selanjutnya adalah mendikusikan hasil observasi sebagai laporan hasil belajar. Selanjutnya, laporan tersebut dibacakan di depan kelas untuk ditanggapi dan dinilai oleh kelompok lain. Ketika para siswa melakukan observasi dan menyusun laporan hasil observasi, peneliti melakukan penilaian realistik dengan cara membimbing dan memberikan bantuan seperlunya kepada siswa yang membutuhkan serta melihat atau menegcek hasil observasi dan laporan hasil observasinya.
Setelah setiap kelompok selesai mengerjakan tugas-tugas tersebut selanjutnya, hasil kerja kelompok dilaporkan di depan kelas dan ditanggapi serta dinilai oleh kelompok lain. Hasil penilaian kerja kelompok tersebut seperti pada berikut.           








Tabel
Penilaian Hasil Kerjasama Kelompok

Kelompok
Soal 1
Soal 2
Soal 3
Soal 4
Soal 5
Jml.Skor
Prosen

1
8
10
9
6
8
34
34 %
2
6
9
7
7
8
30
30 %
3
7
7
9
8
5
28
28 %
4
9
7
8
8
7
32
32 %
5
7
10
10
7
7
34
34 %
Jlm Skor
37
43
43
36
35
194
37 %
Skor Rata

7
8
8
7
7
37
37 %
Skor Maks
20
20
20
20
20
100
100 %
Skor KKM 
18
18
18
18
18
90
90 %
Prosentasi 
39 %
44 %
44 %
39 %
39 %
205
41 %

Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup dilakukan dengan menugasi setiap kelompok untuk memberikan masukan mengenai manfaat pembelajaran, bahan ajar, proses pembelajaran, dan sistem penilaian yang baru dilakukannya sebagai refleksi. Masukan-masukan dari beberapa siswa isinya sama yaitu meminta agar pembelajaran komptensi dasar yang lain pun dilaksanakan pembelajaran yang seperti ini.
Selanjutnya guru menegaskan tentang pernyataan mereka itu dengan mengajukan pertanyaan, “Anak-anak benarkah yang disampaikan oleh beberapa temanmu itu?” Mereka secara serempak menjawab, “Benar Pak.” Peneliti menegaskan lagi dengan pertanyaan,” Apakah semua siswa setuju belajar engan cara ini?” Sekali lagi mereka menjawan,”Setuju!” 

Analisis dan Interpretasi (dalam Lesson Study)
Refleksi (dalam PTK)

Kegiatan ini bertujuan untuk mencari dan menemukan indikator- indikator yang telah tercapai dan yang belum tercapai dalam pembelajaran pertemuan kedua. Adapun caranya adalah dengan membandingkan ketercapaian rata-rata skor setiap soal/ indikator dan seluruh soal setiap kelompok pada pertemuan kedua dengan kriteria ketercapaian minimal (KKM) yang telah ditetapkan sebelumnya. Selanjutnya, peneliti mencari penyebab dan solusi untuk mengatasinya. 

1.  Hasil Analisis
Hasil analisis terhadap ketercapaian setiap soal/ indikator oleh seluruh kelompok dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata skor soal/ indikator 1 adalah 7. Skor maksimal  yang telah ditetapkan adalah 20 dan KKM-nya adalah 18. Skor rata-rata soal/ indikator 1 bila dibandingkan dengan skor maksimal masih kurang 13 dan bila dibandingkan dengan skor KKM  masih kurang 11. Jadi soal/ indikator 1 dinyatakan belum tercapai.
Skor ketercapaian rata-rata soal/ indikator 2 adalah 8.  Skor maksimal  yang telah ditetapkan adalah 20 dan KKM-nya adalah 18. Skor rata-rata soal/ indikator 2 bila dibandingkan dengan skor maksimal masih kurang 18 dan bila dibandingkan dengan skor KKM  masih kurang 10. Jadi soal/ indikator 2 dinyatakan belum tercapai.
Skor ketercapaian rata-rata soal/ indikator 3 adalah 8.  Skor maksimal  yang telah ditetapkan adalah 20 dan KKM-nya adalah 18. Skor rata-rata soal/ indikator 3 bila dibandingkan dengan skor maksimal masih kurang 18 dan bila dibandingkan dengan skor KKM  masih kurang 10. Jadi soal/ indikator 3 dinyatakan belum tercapai.
Ketercapaian rata-rata skor soal/ indikator 4 adalah 7. Skor maksimal  yang telah ditetapkan adalah 20 dan KKM-nya adalah 18. Skor rata-rata soal/ indikator 4 bila dibandingkan dengan skor maksimal masih kurang 13 dan bila dibandingkan dengan skor KKM  masih kurang 11. Jadi soal/ indikator 4 dinyatakan belum tercapai.
Ketercapaian rata-rata skor soal/ indikator 5 adalah 7. Skor maksimal  yang telah ditetapkan adalah 20 dan KKM-nya adalah 18. Skor rata-rata soal/ indikator 5 bila dibandingkan dengan skor maksimal masih kurang 13 dan bila dibandingkan dengan skor KKM  masih kurang 11. Jadi soal/ indikator 5 dinyatakan belum tercapai.
Jumlah seluruh skor yang telah dicapai oleh seluruh soal/indikator adalah 37 atau 37%. Bila dibandingkan dengan skor maksimal yaitu skor 100 atau 100% maka terdapat kekurangan skor 63 atau 63%.  Bila dibandingkan dengan skor KKM yaitu 90 atau 90%, maka terdapat kekurangan skor 53 skor atau 53%.
 Berdasarkan uraian data di atas dapat dijelaskan bahwa seluruh soal/ indikator masih menjadi masalah dan harus dicarikan penyebab serta solusinya. 
Penyebab Kegagalan
Kegagalan pembelajaran tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang telah dilakukan oleh para siswa pada siklus pertama,. Sebab-sebab kegagalan tersebut adalah sebagai berikut. Penyebab kegagalan pertama, dalam proses pembelajaran tersebut  guru memberikan penjelasan tentang tugas kelompok kecil yang satu melakukan pengamatan dan pencatatan barang yang dijual di koperasi sekolah dan kelompok kecil yang kedua melakukan wawancara dengan petugas koperasi dengan menggunakan pedoman observasi. Penjelasan peneliti di atas memang sulit untuk dipahami oleh siswa. Karena penjelasan peneliti tersebut bersifat umum belum secara rinci.
Penyebab kegagalan kedua adalah perkataan guru bahwa guru menugasi para siswa untuk menyampaikan maksud kalian yaitu akan melakukan pengamatan dan wawancara dengan petugas atau ketua koperasi. Kalimat ini memang sangat sulit untuk dipahamileh para siswa. Siswa merasa kebingungan dengan kalimat tersebut. Mereka merasa bingung tentang  menyampaikan maksud kalian yaitu akan melakukan pengamatan dan wawancara dengan petugas atau ketua koperasi.
Penyebab kegagalan ketiga adalah ketika siswa melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap barang-barang yang dijual oleh koperasi dan ketika para siswa melakukan tanya jawab dengan berpedoman pada pedoman wawancara, guru memberikan bantuan seperlunya kepada siswa yang terlihat membutuhkan bantuan. Sedangkan banyak siswa yang membutuhkan bantuan tetapi tidak terlihat oleh guru. Sehingga mereka banyak melakukan kesalahan dan tidak terpantu oleh guru.

Solusi untuk Mengatasi Kegagalan
Di atas telah dijelaskan bahwa terdapat  tiga penyebab kegagalan siswa dalam pembelajaran siklus pertama sebagai berikut. Penyebab kegagalan pertama adalah penjelasan peneliti tentang tugas-tugas kelompok kecil dalam melakukan pengamatan dan pencatatan barang yang dijual di koperasi sekolah dan melakukan wawancara dengan petugas koperasi sulit untuk dipahami oleh siswa. Karena penjelasan guru tersebut bersifat umum belum secara rinci.
Maka, solusi untuk mengatasinya adalah guru harus memberikan penjelasan secara rinci tentang tugas tentang melakukan pengamatan dan pencatatan barang yang dijual di koperasi sekolah dan melakukan wawancara dengan petugas koperasi. Selain itu guru harus memberi waktu kepada siswa yang agak lama untuk  bertanya.
Penyebab kegagalan kedua adalah tugas yang disampaikan oleh guru kepada para siswa dengan kalimat sebagai berikut. “Kalian ditugasi untuk menyampaikan maksud yaitu akan melakukan pengamatan dan wawancara dengan petugas atau ketua koperasi.” Kalimat ini memang sangat sulit untuk dipahami oleh para siswa. Siswa merasa kebingungan dengan kalimat tersebut. Mereka merasa bingung tentang pengertian menyampaikan maksud kalian yaitu akan melakukan pengamatan dan wawancara dengan petugas atau ketua koperasi.
Maka, solusi untuk mengatasi penyebab kegagalan tersebut adalah dengan memperbaiki kalimat tugas di atas sebagai berikut. Para siswa diberi tugas pertama menyampaikan salam dan maksud kunjungan ini adalah untuk melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap barang-barang yang dijual di koperasi ini. Tugas kedua adalah mohon kesediaan Bapak atau Ibu petugas koperasi untuk  dapat memberikan penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang akan disampaikan oleh para siswa tenang koperasi sekolah.
Penyebab kegagalan ketiga adalah ketika siswa melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap barang-barang yang dijual oleh koperasi dan ketika para siswa melakukan tanya jawab, guru hanya memberikan banuan kepada sebagian kecil siswa saja. Sehingga banyak siswa yang sebenarnya membutuhkan bantuan tetapi tidak memperoeh pelayanan dari guru Akibatnya, mereka banyak melakukan kesalahan dan tidak terpantu oleh guru.
Maka, solusi untuk mengatasi penyebab kegagalan tersebut adalah
guru harus memantau seluruh siswa ketika melakukan pengamatan dan wawancara di koperasi. Sehingga setiap siswa ang membutuhkan bantuan dapat terlayani. 
Selanjutnya solusi di atas akan digunakan untuk memperbaiki RPP siklus pertama dan akan digunakan sebagai RPP siklus kedua serta akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus kedua pertemuan kesatu dan pertemuan kedua.



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Pada waktu Merencanakan Tindakan
(Dilakukan secara kelas terbuka /Lesson Study)



Kompetensi Dasar
Pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat
Indikator
(1) Menjelaskan tujuan dan manfaat koperasi;
(2) Menceritakan pentingnya usaha bersama melalui koperasi;
(3) Membandingkan koperasi dengan jenis usaha lainnya;
(4) Memberikan contoh berbagai jenis koperasi;
(5) Menceritakan kegiatan salah satu koperasi di sekolah.
Materi Pokok
Pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat
Teknik Pembelajaran
Teknik observasi
Seting Pembelajaran 
Siswa dalam kelompok menidentifikasikan dirinya sebagai pengurus koperasi yang sedang melakukan studi banding dengan koperasi lain.
Pengalaman Belajar
Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan peneliti mengulang menjelaskan manfaat mempelajari konpetensi dasar pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat. Lalu menuliskannya di papan tulis.
Selanjutnya, peneliti menugasi seluruh siswa untuk kembali kepada kelompoknya masing-masing dan kegiatan dilanjutkan pada kegiatan inti.
Kegiatan Inti
Peneliti memulai kegiatan inti dengan memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan oleh setiap kelompok yaitu melakukan observasi di koperasi. Dalam melakukan observasi ini setiap kelompok akan dibagi menjadi dua kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan dua orang. Kelompok pertama diberi nama kelompok A yang bertugas melakukan pengamatan terhadap barang-baran yang dijual di koperasi lalu catatlah.
Kelompok kedua diberi nama kelompok B yang bertugas melakukan tanya jawab dengan petugas koperasi dan hasilnya dicatat. Untuk memudahkan dalam melakukan wawancara, maka kelompok B dibagi dua. Satu orang sebagai pewawancara dan yang lainnya sebagai pencatat hasil wawancara.
Pewawancara menanyakan tentang (1) tujuan dan manfaat koperasi. (2) Pentingnya koperasi bagi para anggotanya.  (3) Persamaan dan perbedaan koperasi dengan jenis usaha lainnya.  (4) Jenis koperasi di sekolah dan jenis koperasi yang lainnya.  (5) Kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sekolah. Kelompok pencatat, mencatat penjelasan –penjelasan hasil wawancara.
Setelah observasi selesai, seluruh siswa diminta untuk kembali ke kelas untuk mendikusikan hasil observasi sebagai laporan hasil belajar. Selanjutnya, laporan tersebut dibacakan di depan kelas untuk ditanggapi dan dinilai oleh kelompok lain. Ketika para siswa menyusun laporan hasil observasi, peneliti melakukan penilaian realistik dengan cara membimbing dan memberikan bantuan seperlunya kepada siswa yang membutuhkan serta melihat atau menegcek hasil observasi dan laporan hasil observasinya.
Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup dilakukan dengan menugasi setiap kelompok untuk memberikan masukan tentang manfaat pembelajaran, dii. sebagai refleksi terhadap pembelajaran yang baru dilakukannya. Masukan-masukan tersebut akan dgunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas RPP siklus berikutnya. 

LEMBAR KERJA SISWA

No.
Jawaban
1.
Jelaskan apa  tujuan dan manfaat koperasi
2.
Jelaskan pentingnya koperasi bagi para anggotanya
3.
Jelaskan persamaan dan perbedaan koperasi dengan jenis usaha lainnya
4.
Jelaskan jenis koperasi sekolah dan jenis koperasi yang lainnya
5.
Jelaskan kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sekolah




Hasil Observasi Kelas
Pada waktu Melaksanakan Tindakan
(Dilakukan secara kelas terbuka /Lesson Study)


Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan peneliti mengulang menjelaskan manfaat mempelajari konpetensi dasar pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat. Lalu menuliskannya di papan tulis.
Selanjutnya, peneliti menugasi seluruh siswa untuk kembali kepada kelompoknya masing-masing dan kegiatan dilanjutkan pada kegiatan inti.
Kegiatan Inti
Guru memulai kegiatan inti dengan memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan oleh setiap kelompok yaitu melakukan observasi di koperasi. Peneliti berkata, ”Anak-anak sekarang kalian akan mempelajari kompetensi dasar yang sama yaitu tentang  pentingnya koperasi dalam melayani ekonomi rakyat dengan cara melakukan observasi di koperasi sekolah.” Selanjutnya, peneliti menjelaskan, ” Dalam melakukan observasi ini setiap kelompok akan dibagi menjadi dua kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan dua atau tiga orang. Oleh karena itu sekarang kalian membagi kelompok masing-masing menjadi dua kelompok. Kelompok pertama Bapak beri nama kelompok A dan yang kedua diberi nama kelompok B.  Selanjutnya, kelompok A Bapak beri tugas untuk melakukan pengamatan terhadap barang-baran yang dijual di koperasi lalu catatlah. Ada yang belum jelas? Silakan tanyakan. Dan ternyata, setelah ditunggu sampai cukup lama tetapi tidak ada yang mau bertanya. Untuk lebih meyakinkan peneliti, maka peneliti menjelaskan lagi tugas kelomok A.  Tugas kelompok A adalah mengamati dan mencatat barang-barang yang dijual di koperasi. 
Selanjutnya, peneliti menjelaskan tugas kelompok B. ”Tugas kelompok B adalah melakukan tanya jawab dengan petugas koperasi dan hasilnya dicatat. Untuk memudahkan dalam melakukan wawancara, maka kelompok B dibagi dua. Silakan, kalian bagi dua kelompok kalian. Setelah selesai pembagian kelompok. Lalu peneliti melanjutkan penjelasannya  ”Satu orang bertugas melakukan tanya jawab dengan pak Andi atau bu Wina dengan berpedoman pada pedoman ini. Dua orang siswa lainnya mencatat jawaban-jawaban dari pak Andi atau bu Wina.” 
Untuk lebih meyakinkan diri peneliti mengulangi tugas kelompok B, ”Satu orang bertugas melakukan tanya jawab dengan pak Andi atau bu Wina dengan berpedoman pada pedoman ini. Dua orang siswa lainnya mencatat jawaban-jawaban dari pak Andi atau bu Wina.” Bagi kelompok penanya, ”Kalian tanyakan kepada pak Andi atau bu Wina tentang (1) tujuan dan manfaat koperasi. (2) Pentingnya koperasi bagi para anggotanya.  (3) Persamaan dan perbedaan koperasi dengan jenis usaha lainnya.  (4) Jenis koperasi di sekolah dan jenis koperasi yang lainnya.  (5) Kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sekolah. Kelompok pencatat, mencatat penjelasan –penjelasan dari pak Andi atau bu Wina tersebut. Kalian mengerti? Jawab siswa secara serempak, ”Mengerti...,Pak.” Baik dan terima kasih.”
Selanjutnya peneliti menjelaskan tentang  apa yang dilakukan oleh siswa ketika sampai di koperasi. Peneliti menjelaskan, ” Ketika kalian sampai di koperasi kalian mengucapkan salam lalu menjelaskan maksud dan tujuannya. Kalian Perkenalkan diri siswa dari kelas enam yang sedang belajar tentang koperasi. Kalian minta izin pada petugas koperasi pak Andi atau bu Wina bahwa pertama kalian akan melakukan pengamatan dan pencatatan barang-barang yang dijual di koperasi. Kedua, kalian minta kesediaan pak Andi atau bu Wina untuk memberikan penjelasan tentang koperasi sekolah ini. Tugas ini Bapak berikan pada Damar sebagai ketua kelas untuk melakukan yang Bapak jelaskan tadi. Damar, Kamu mengerti apa yang Bapak jelaskan tadi.” Damar menjawab, ”Saya paham, Pak.” ”Terima kasih Damar.”
Setelah penjelasan-penjelasan yang perlu disampaikan dipahami oleh siswa lalu para siswa dipersilakan menuju ke koperasi dipimpin oleh Damar. Peneliti pun mengikuti mereka dari belakang sambil membimbing.  
Sampai di koperasi Damar tampil ke depan menemui pak Andi dan bu Wina untuk menyampaikan maksudnya dan Bu Wina pun mempersilakan para siswa untk melakukan tugasnya masing-masing. Terlihat para siswa terbagi dua kelompok. Kelompok A melakukan pengamatan dan pencatatan barang-barang yang dijual di koperasi. Kelompok B pun terbagi dua. Ada seorang siswa yang melakukan wawancara dengan pak Andi dan anggota lainnya melakukan pencatatan. Sedangkan seorang siswa yang lainnya melakukan wawancara dengan bu Wina dan anggota lainnya melakukan pencatatan.
Mereka menanyakan kepada pak Andi dan bu Wina tentang (1) tujuan dan manfaat koperasi. (2) Pentingnya koperasi bagi para anggotanya.  (3) Persamaan dan perbedaan koperasi dengan jenis usaha lainnya.  (4) Jenis koperasi di sekolah dan jenis koperasi yang lainnya.  (5) Kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sekolah. Peneliti memantau seluruh siswa ketika melakukan pengamatan dan wawancara di koperasi. Sehingga setiap siswa yang membutuhkan bantuan dapat terlayani. 
Setelah observasi selesai, seluruh siswa diminta untuk kembali kelas. Sampai di kelas siswa duduk per kelompok. Selanjutnya peneliti menjelaskan, ” Tugas kalian selanjutnya adalah mendikusikan hasil observasi sebagai laporan hasil belajar. Selanjutnya, laporan tersebut dibacakan di depan kelas untuk ditanggapi dan dinilai oleh kelompok lain. Ketika para siswa menyusun laporan hasil observasi, peneliti melakukan penilaian realistik dengan cara membimbing dan memberikan bantuan seperlunya kepada siswa yang membutuhkan serta melihat atau menegcek hasil observasi dan laporan hasil observasinya.
Setelah setiap kelompok selesai mengerjakan tugas-tugas tersebut selanjutnya, hasil kerja kelompok dilaporkan di depan kelas dan ditanggapi serta dinilai oleh kelompok lain. Hasil penilaian kerja kelompok tersebut seperti pada tabel berikut.        
        



Tabel
Penilaian Hasil Kerjasama Kelompok

Kelompok
Soal 1
Soal 2
Soal 3
Soal 4
Soal 5
Jml, Skor
Prosen
1
20
20
20
20
20
100
100 %
2
20
20
20
20
20
100
100 %
3
20
20
20
20
20
100
100 %
4
20
20
20
20
20
100
100 %
5
20
20
20
20
20
100
100 %
Jlm Skor
100
100
100
100
100
500
100 %
Skor Rata
20
20
20
20
20
60
100 %
Skor Maks
20
20
20
20
20
100
100 %
Skor KKM
18
18
18
18
18
80
90 %
Prosentasi
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %

Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup dilakukan dengan menugasi setiap kelompok untuk memberikan masukan mengenai manfaat pembelajaran, bahan ajar, proses pembelajaran, dan sistem penilaian yang baru dilakukannya sebagai refleksi. Masukan-masukan dari beberapa siswa isinya sama yaitu meminta agar pembelajaran komptensi dasar yang lain pun dilaksanakan pembelajaran yang seperti ini.
Selanjutnya peneliti menegaskan tentang pernyataan mereka itu dengan mengajukan pertanyaan, “Anak-anak benarkah yang disampaikan oleh beberapa temanmu itu?” Mereka secara serempak menjawab, “Benar Pak.” Peneliti menegaskan lagi dengan pertanyaan,” Apakah semua siswa setuju belajar engan cara ini?” Sekali lagi mereka menjawan,”Setuju!” 

Refleksi dan Tindak Lanjut
Refleksi dan tindak lanjut dilakukan bersama seluruh anggota. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari dan menemukan indikator- indikator yang telah tercapai dan yang belum tercapai dalam pembelajaran pertemuan kedua. Adapun caranya adalah dengan membandingkan ketercapaian rata-rata skor setiap soal/ indikator dan ketercapaian rata-rata skor setiap kelompok pada pertemuan kedua dengan kriteria ketercapaian minimal (KKM) yang telah ditetapkan sebelumnya. Selanjutnya, peneliti mencari penyebab dan solusi untuk mengatasinya. 

Hasil Refleksi
Hasil analisis terhadap ketercapaian setiap soal/ indikator oleh seluruh kelompok dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata skor soal/ indikator 1 adalah 20. Rata-rata skor tersebut telah melebihi skor KKM yang telah ditetapkan yaitu 18. Ketercapaian rata-rata skor soal/ indikator 1 telah mencapai skor maksimal yaitu 20. Jadi soal/ indikator 1 dinyatakan telah tercapai. Skor ketercapaian rata-rata soal/ indikator 2 adalah 20, skor maksimal  yang telah ditetapkan adalah 20 dan KKM-nya adalah 18. Jadi soal/ indikator 2 dinyatakan telah tercapai. Skor ketercapaian rata-rata indikator 3 adalah 20, skor maksimal  yang telah ditetapkan adalah 20 dan KKM-nya adalah 18. Jadi soal/ indikator 3 dinyatakan telah tercapai. Skor ketercapaian rata-rata soal/ indikator 4 adalah 20. skor maksimal  yang telah ditetapkan adalah 20 dan KKM-nya adalah 18. Jadi soal/ indikator 4 dinyatakan telah tercapai.
Skor ketercapaian rata-rata soal/ indikator 5 adalah 20. skor maksimal  yang telah ditetapkan adalah 20 dan KKM-nya adalah 18. Jadi soal/ indikator 5 dinyatakan telah tercapai. Jumlah seluruh skor yang telah dicapai oleh seluruh soal/indikator adalah 100 atau 100%. Bila dibandingkan dengan skor maksimal yaitu skor 100 atau 100% maka seluruh soal/indikator telah tercapai dan perencanaan dan pelaksnaan  tindkan dinyatakan sangat efektif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

feeds